Pengertian Asthenozoospermia

By | June 10, 2015

asthenozoospermia

Asthenozoospermia adalah salah atu penyebab utama kemandulan pada pria dan jenis lain dari gangguan di Sperma, lalu apa yang menyebabkan terjadinya Asthenozoospermia? Banyak pria belum memahami dengan tepat mengenai masalah ini. Oleh sebab itu, mungkin dengan adanya artikel ini bisa menjadi sebuah pembelajran bagi Anda semua nya yang belum tahu penyebab Asthenozoospermia ini, semoga artikel yang saya berikan kiranya bisa bermanfaat bagi pengetahuan Anda tentang masalah Sperma.

Penyebab Asthenozoospermia

Definisi Asthenozoospermia yaitu lemah di dalam pergerakan Sperma (tingkat A da B) yang kuranng dari 25-50% disebut juga sebagai “Motilitas Sperma Rendah”. Motilitas Sperma adalah bahasa dari kedokteran dari akyivitas pergerakan Sperma. Hanya Sperma yang bergerak cepat sajalah yang dapat sampai di Ampulla dan bisa bertemu dengan sel telur sehingga akan terjadi sebuah pembuahaan.

Sperma normalnya, sebelum mencair (proses Likuifikasi) gerakannya akan dibatasi dan ketika sperma mencair (Likuifiksai normal di bawah 60 menit) dapat menunjukkan kemampuan gerakan yang baik (gerak lurus/progresif A). Ada bberapa faktor yang mempeengaruhi Motilitas Sperma saat melakukan pergerakan, yang bisa menyebabkan Sperma tidak dapat bergerak masuk untuk bertemu dengan sel telur dan pembuahan pu tidak akan terjadi.

Gejala-Gejala Klinis Asthenozoospermia

1.Tipe Basah
Suhu penis terlalu hangat, akhornya ereksi menjadi kurang maksimal, Skrotum menjadi lembab, mulut akan merasakan sepet, terasa haus tapi tanpa keinginan untuk minum, saat kencing akan terasa nyeri dan panas, lidah berwarna kekuning-kuningan dan juga licin.

2.Insufisiensi Ginjal
Gejala dari orang yang memiliki kondisi fisik lemah, kondisi fisik seperti itu menjadikan rendahnya Motilitas Sperma dan mengakibatkan tingkat kematian Sperma bisa mencapai 40%. Ejakulasi lemh/ejakulasi dini, penurunan gairah seksual, sakit pinggang dan juga lutut, kelelahan dan kelemahan, kepala akan menjadi pusing, Tinnitus, menggigil, sering berkeringat, kencing banyak dan lama, lidah menjadi pucat berwarna keputihan, denyut nadi menjadi lemah.

3.Stagnasi Hati dan Darah
Terutama disebabkan oleh tingginya angka kematian Sperma atau rendahnya Motilitas Sperma, nyeri di bagian Perineum atau bagian bawah perut, kulit kusam dan gelap, bibir menjadi keunguan, nyeri di bagian dada, depresi, dan denyut nadi terganggu.

4.Kekurangan Darah
Lebih sering tampak pada orang yang menderita Asthenozoospermia, terutama muncul gejala rendahnya Motilitas Sperma atau tingkat kematian Sperma mencapai 40% dan menrunnya gairah seksual, tubuh menjadi kurus dan lemah, kulit menjadi pucat, tidak berstamina, makan sedikit tetapi perut sudah kembung, sesak nafas, diare, Jantung berdebar, sering lupa, kepala terasa pusing, sering sekali berkeringat.

Artikel Terkait: Tips Pengobatan Sperma Kosong

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *